Mobil Listrik vs Bensin: Perbedaan, Biaya, dan Perawatannya
Mobil listrik dan mobil bensin memiliki perbedaan signifikan dalam biaya kepemilikan dan performa berkendara.
Mobil listrik biasanya menawarkan biaya energi, servis, dan pajak yang lebih rendah. Sebaliknya, mobil bensin unggul dalam harga beli awal dan kemudahan pengisian energi.
Selain biaya, kedua jenis kendaraan memiliki karakteristik performa yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing sangat penting sebelum memilih sesuai kebutuhan Anda.
Ringkasan Perbedaan Mobil Listrik vs Mobil Bensin
Berikut ringkasan perbandingan biaya dan performa antara mobil listrik dan mobil bensin.
Aspek | Mobil Listrik | Mobil Bensin |
Harga awal | Mulai Rp425,5 juta | Mulai Rp346,8 juta |
Biaya energi per km | Rp188–250 | Rp1.000–2.400 |
Biaya perjalanan 400 km | Rp60–80 ribu | Rp150–200 ribu |
Biaya servis per tahun | Rp1–2 juta | Rp2,5–4,5 juta |
Pajak tahunan | ±Rp500 ribu | ±Rp5 juta |
Akselerasi awal | Instan dan responsif | Bertahap sesuai putaran mesin |
Jarak tempuh sekali isi | 200–500 km | 600–800 km |
Waktu isi energi | 30 menit–4 jam | 5–10 menit |
Mobil listrik unggul dalam biaya operasional jangka panjang dan akselerasi awal yang responsif.
Sementara itu, mobil bensin masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan harga beli terjangkau, jarak tempuh panjang, dan pengisian energi yang cepat.
Perbedaan Utama Mobil Listrik vs Mobil Bensin
Sebelum membandingkan biaya, pahami perbedaan mendasar antara kedua jenis kendaraan ini.
Perbedaan tersebut memengaruhi pengeluaran harian, kenyamanan, dan efisiensi jangka panjang.
1. Cara Kerja dan Teknologi
Mobil listrik menggunakan motor listrik dan baterai besar sebagai sumber tenaga utama, sehingga tidak menghasilkan emisi langsung saat digunakan.
Mobil bensin menggunakan mesin pembakaran internal yang menghasilkan emisi sekitar 2,4 kg CO₂ per 10 km, sedangkan mobil listrik sekitar 1,1 kg CO₂ per 10 km.
2. Biaya Bahan Bakar per Kilometer
Dari sisi energi, biaya mobil listrik sekitar Rp188–250 per km, sedangkan mobil bensin berkisar Rp1.000–2.400 per km tergantung harga BBM dan konsumsi.
Untuk penggunaan 15.000 km per tahun, biaya energi mobil listrik sekitar Rp2,8–3,7 juta per tahun, sedangkan mobil bensin sekitar Rp15–36 juta per tahun.
Mobil listrik dapat menghemat biaya energi harian hingga 3–4 kali lipat, terutama untuk penggunaan rutin.
Baca juga: Cara Hitung Biaya Charge Mobil Listrik
3. Perawatan Rutin dan Servis
Mobil listrik tidak memerlukan ganti oli mesin, filter udara, atau busi karena tidak memiliki mesin pembakaran internal.
Mobil bensin memerlukan lebih banyak perawatan berkala, sehingga total biaya servis selama 5 tahun biasanya lebih tinggi dibandingkan mobil listrik.
4. Jarak Tempuh per Pengisian
Mobil listrik umumnya menempuh 200–500 km per pengisian, sedangkan mobil bensin dapat mencapai 600–800 km per pengisian penuh.
Untuk penggunaan harian di kota sekitar 30–50 km per hari, mobil listrik tetap memadai dan biasanya hanya perlu diisi ulang setiap 3–5 hari.
5. Waktu Pengisian Daya
Mobil listrik memerlukan waktu pengisian mulai 30 menit dengan fast charging hingga sekitar 4 jam untuk pengisian normal. Mobil bensin hanya membutuhkan 5–10 menit untuk pengisian penuh.
Oleh karena itu, mobil bensin lebih unggul untuk perjalanan jauh yang memerlukan pengisian cepat. obil listrik lebih praktis jika Anda dapat mengisi daya di rumah pada malam hari.
6. Emisi dan Dampak Lingkungan
Mobil listrik menghasilkan emisi jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin. Dengan sekitar 1,1 kg CO₂ per 10 km, mobil listrik lebih ramah lingkungan dan membantu mengurangi polusi udara di perkotaan.
7. Pajak dan Insentif Pemerintah 2026
Mobil listrik memperoleh pajak tahunan lebih rendah, misalnya di Jakarta sekitar Rp500.000, sedangkan mobil bensin dapat mencapai Rp5 juta.
Mobil listrik juga dapat memperoleh insentif pembelian dan bebas aturan ganjil-genap di Jakarta, sehingga total pajak yang dibayar lebih hemat.
Mana yang Lebih Baik untuk Kebutuhan Anda?
Setiap orang memiliki kebutuhan berkendara yang berbeda. Oleh karena itu, pilihan terbaik tidak hanya soal penghematan, tetapi juga kecocokan dengan pola penggunaan sehari-hari.
1. Cocok dengan Mobil Listrik
Pilih mobil listrik jika Anda memenuhi minimal 4 dari 6 kriteria berikut.
- Mobilitas dalam kota >80%
- Jarak tempuh harian <300 km
- Punya home charging (garasi dengan listrik)
- Beli mobil untuk jangka panjang (>7 tahun)
- Budget awal Rp 350 juta+
- Daerah Anda menyediakan SPKLU
2. Cocok dengan Mobil Bensin
Sebaliknya, pilih mobil bensin jika Anda memenuhi minimal 4 dari 6 kriteria berikut.
- Sering melakukan perjalanan jauh >500 km
- Tidak punya home charging
- Beli untuk jangka pendek (<5 tahun)
- Budget awal <Rp 300 juta
- Tidak terlalu banyak SPKLU yang tersedia
- Butuh pengisian cepat (5-10 menit saja)
Baca juga: Mobil Listrik vs Bensin: Mana yang Lebih Hemat?
Cara Merawat Mobil Listrik dan Bensin
Dalam hal perawatan, pemilik mobil listrik dan mobil bensin perlu memahami bahwa kedua jenis mobil memerlukan pendekatan berbeda sesuai sistem kerjanya.
Mobil Listrik
Periksa Kondisi Baterai Secara Rutin: Hindari membiarkan baterai terlalu sering berada pada kondisi kosong atau penuh 100% dalam waktu lama.
Cek Sistem Pendingin Baterai: Pemeriksaan berkala membantu mencegah overheating yang dapat memengaruhi performa dan umur baterai.
Pastikan Kabel dan Port Pengisian Daya dalam Kondisi Baik: Bersihkan port charging dari debu atau kotoran dan periksa apakah terdapat kerusakan pada kabel pengisian.
Periksa Sistem Rem Regeneratif: Sistem pengereman tetap perlu dicek secara berkala untuk memastikan performanya tetap optimal.
Lakukan Update Software Kendaraan: Pembaruan software mobil listrik dapat meningkatkan efisiensi, keamanan, dan performa mobil.
Periksa Tekanan Ban dan Sistem Kelistrikan: Tekanan ban yang ideal membantu menjaga efisiensi energi dan kenyamanan berkendara. Pastikan juga sistem kelistrikannya bekerja dengan baik.
Mobil Bensin
Ganti Oli Mesin Secara Berkala: Penggantian oli secara rutin membantu menjaga performa dan memperpanjang usia mesin.
Periksa dan Ganti Filter Udara: Filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara ke ruang bakar sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
Cek Kondisi Busi: Busi yang mulai aus dapat menyebabkan mesin sulit dinyalakan dan performa menurun.
Periksa Sistem Transmisi: Sistem transmisi perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan perpindahan gigi tetap halus dan responsif selama berkendara.
Lakukan Pengecekan Sistem Knalpot: Sistem knalpot yang bermasalah dapat memengaruhi performa mesin dan meningkatkan emisi gas buang.
Ikuti Jadwal Servis Berkala: Servis rutin memungkinkan teknisi memeriksa berbagai komponen penting sekaligus mendeteksi potensi kerusakan.
Apakah Mobil Listrik Kuat di Tanjakan?
Ya, mobil listrik sangat kuat di tanjakan. Motor listrik menghasilkan torsi instan sejak putaran awal, sehingga mobil dapat menanjak dengan respons yang halus dan bertenaga, bahkan saat membawa penumpang atau muatan penuh.
Berapa Tahun Mobil Listrik Bertahan?
Mobil listrik umumnya dapat bertahan sekitar 10–20 tahun atau hingga 200.000–300.000 km penggunaan. Baterainya sendiri biasanya memiliki garansi 8–10 tahun dan masih mampu mempertahankan sebagian besar kapasitasnya setelah digunakan bertahun-tahun.
Kenapa Orang Lebih Memilih Mobil Listrik?
Banyak orang memilih mobil listrik karena biaya operasionalnya lebih rendah dibandingkan mobil bensin. Selain lebih hemat biaya energi, mobil listrik juga memiliki biaya perawatan yang lebih sederhana karena jumlah komponen mesin yang lebih sedikit.
Mobil Listrik Kena Pajak Berapa?
Pajak mobil listrik umumnya lebih rendah dibandingkan mobil bensin. Di beberapa daerah, tarif PKB mobil listrik berkisar 1–2% dari nilai kendaraan, bahkan ada wilayah yang masih memberikan insentif berupa pengurangan atau pembebasan pajak tertentu.
Kesimpulan
Mobil listrik unggul dalam biaya operasional, biaya servis, dan pajak tahunan yang lebih rendah dibandingkan mobil bensin.
Dari sisi performa, motor listrik mampu memberikan akselerasi instan yang responsif untuk penggunaan sehari-hari di perkotaan.
Di sisi lain, mobil bensin menawarkan harga beli awal yang lebih terjangkau, jarak tempuh lebih panjang, dan proses pengisian energi yang lebih cepat.

Jika Anda mempertimbangkan beralih ke mobil listrik yang ramah lingkungan, Chery menyediakan pilihan mobil sesuai kebutuhan Anda.
Temukan dealer Chery terdekat di kota Anda dan lakukan reservasi untuk test drive.
Produk Populer





