Mobil Listrik vs Bensin: Mana yang Lebih Hemat di 2026?
Mobil listrik vs bensin, mana yang lebih hemat? Untuk Anda yang membutuhkan jawaban cepat, berikut perbandingan lengkap dalam tabel di bawah.
Komponen | Mobil Listrik | Mobil Bensin |
Harga awal kendaraan | Mulai Rp425,5 juta | Mulai Rp346,8 juta |
Biaya energi per km | Rp188–250 | Rp1.000–2.400 |
Biaya menempuh 400 km | Rp60–80 ribu | Rp150–200 ribu |
Biaya servis per tahun | Rp1–2 juta | Rp2,5–4,5 juta |
Pajak tahunan (Jakarta) | ±Rp500 ribu | ±Rp5 juta |
Total biaya operasional 5 tahun | Lebih rendah | Lebih tinggi |
Cocok untuk | Pemakaian jangka panjang | Pemakaian jangka pendek |
Mobil listrik memang memiliki harga beli yang lebih tinggi, tetapi biaya energi, servis, dan pajak tahunannya jauh lebih rendah dibandingkan mobil bensin.
Maka dari itu, mobil listrik dapat menghemat biaya kepemilikan untuk penggunaan jangka panjang.
Sebelum membeli mobil listrik atau bensin, pahami dahulu biaya energi, servis, pajak, serta kebutuhan penggunaan agar pilihan Anda benar-benar sesuai.
Biaya Bahan Bakar per Kilometer
Biaya mobil listrik berkisar Rp188–250 per km, berbeda dengan mobil bensin yang mencapai Rp1.000–2.400 per km tergantung harga BBM dan konsumsi.
Ini membuat mobil listrik dapat menghemat biaya energi harian hingga 3–4 kali lipat, terutama jika digunakan secara rutin.
Biaya Kepemilikan Mobil Listrik vs Mobil Bensin
Saat membandingkan mobil listrik dan mobil bensin, harga beli bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Anda juga perlu menghitung biaya operasional, biaya perawatan, hingga pajak tahunan untuk mengetahui total biaya kepemilikan dalam jangka panjang.
Harga Awal Kendaraan
Harga mobil listrik masih lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di segmen yang setara. Sebagai contoh, Chery OMODA E5 dipasarkan mulai sekitar Rp425,5 juta, sedangkan Chery OMODA 5 bermesin bensin tersedia mulai Rp346,8 juta.
Selisih harga awal ini sering menjadi pertimbangan utama sebelum membeli kendaraan listrik. Namun, mobil listrik mendapatkan berbagai keuntungan seperti insentif pemerintah, pajak yang lebih rendah, serta biaya operasional yang lebih hemat.
Biaya Operasional
Perbedaan paling terasa antara mobil listrik dan mobil bensin ada pada biaya energi. Mari simak ilustrasi singkatnya di bawah ini untuk kebutuhan perjalanan 400km:
Kebutuhan Perjalanan ±400 km | Estimasi Biaya |
Chery OMODA E5 | Rp60.000 - Rp80.000 |
Mobil bensin sekelas | Rp150.000 - Rp200.000 |
Mobil listrik juga tidak terpengaruh fluktuasi harga BBM sehingga biaya perjalanan cenderung lebih stabil dari waktu ke waktu.
Baca juga: Mudah! Berikut Cara Hitung Biaya Charge Mobil Listrik
Biaya Perawatan
Mobil listrik memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan mobil bensin. Karena tidak menggunakan oli mesin, busi, filter oli, maupun sistem pembakaran yang kompleks, biaya servis berkala umumnya lebih rendah.
Chery Indonesia sendiri memberikan after sales unggulan berupa:
- Garansi kendaraan selama 6 tahun/150.000 km.
- Garansi mesin selama 10 tahun/1.000.000 km.
- Garansi baterai hingga 8 tahun/180.000 km.
- Gratis biaya jasa dan suku cadang selama periode tertentu.
Total Cost of Ownership (TCO) Selama 5 Tahun Penggunaan
Komponen | Mobil Listrik | Mobil Bensin | Selisih |
Harga beli | Rp 350-450 juta | Rp 250-350 juta | +Rp 100 juta |
Energi (5 tahun) | Rp 17 juta | Rp 62 juta | -Rp 45 juta |
Servis (5 tahun) | Rp 10 juta | Rp 25 juta | -Rp 15 juta |
Pajak (5 tahun) | Rp 2,5 juta | Rp 25 juta | -Rp 22,5 juta |
TOTAL 5 tahun | Rp 379-479 juta | Rp 362-462 juta | -Rp 17 juta |
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana mobil listrik dapat membantu menekan biaya operasional harian, lihat juga halaman kendaraan listrik Chery untuk menghitung potensi penghematan biaya penggunaan jangka panjang.
Baca juga: Berapa Pajak Mobil Listrik 2026? Panduan Lengkap
Perhitungan Break-even Point
Selisih harga beli: Rp 100 juta
Penghematan tahunan: Rp 15 juta (energi + servis + pajak)
Balik modal: 100 ÷ 15 = 6,7 tahun
Apa yang Terjadi Pada Mobil Listrik Setelah 8 Tahun?
Setelah 8 tahun penggunaan, sebagian besar baterai mobil listrik masih mampu mempertahankan sekitar 80–90% kapasitas awalnya. Artinya, mobil tetap dapat digunakan dengan normal, meskipun jarak tempuh maksimalnya biasanya sedikit berkurang dibanding saat baru.
Berapa Tahun Mobil Listrik Bertahan?
Mobil listrik dapat digunakan selama 10–20 tahun, tergantung perawatan dan pola penggunaan. Sementara itu, baterainya dapat bertahan sekitar 200.000–300.000 km sebelum mengalami penurunan kapasitas yang signifikan.
Bisakah Anda Mengisi Daya Mobil Listrik Secara Gratis di Supermarket?
Ya, beberapa pusat perbelanjaan dan area komersial menyediakan charging mobil listrik gratis untuk pelanggan. Namun fasilitas ini masih terbatas dan umumnya hanya tersedia di lokasi tertentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Mobil Listrik atau Bensin? Sesuaikan Pilihan dengan Kebutuhan Anda!
Mobil listrik memang membutuhkan investasi awal yang lebih tinggi dibandingkan mobil bensin. Namun untuk penggunaan jangka panjang, biaya operasionalnya jauh lebih rendah dan berpotensi menghemat puluhan juta rupiah dalam lima tahun penggunaan.
Jika mobilitas Anda tinggi dan digunakan setiap hari, mobil listrik menjadi pilihan yang lebih ekonomis dibandingkan mobil bensin dari sisi total biaya kepemilikan.

Jika Anda merasa mobil listrik lebih sesuai, pertimbangkan Chery Q sebagai pilihan utama mobilitas Anda di perkotaan.
Prebook Chery Q sekarang dan lakukan test drive untuk melihat performanya langsung!
Produk Populer





