

Perbedaan EV, HEV, PHEV, dan REEV: Panduan Lengkap untuk Calon Pembeli
Dalam beberapa tahun terakhir, kendaraan elektrifikasi semakin umum di jalan raya Indonesia. Beberapa di antara mobil tersebut dilengkapi dengan teknologi seperti EV, HEV, PHEV, dan REEV.
Istilah-istilah ini memang tampak serupa, namun memiliki sistem kerja yang berbeda. Akibatnya, banyak calon pembeli kesulitan memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan harian, baik untuk mobilitas perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.
Untuk itu, sebelum memilih, mari pahami perbedaan EV, HEV, PHEV, dan REEV agar Anda bisa memilih kendaraan yang investasi kendaraan Anda sesuai dengan gaya hidup.
Apa Itu EV (Electric Vehicle)?
EV atau Electric Vehicle adalah kendaraan yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik dan menggunakan energi yang tersimpan di dalam baterai sebagai sumber tenaga utama.
Baterainya dapat diisi ulang melalui charging eksternal di rumah atau stasiun pengisian daya sehingga kendaraan tidak memerlukan bensin sama sekali.
Teknologi ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi energi, biaya operasional rendah, dan pengalaman berkendara senyap.
Contoh mobil EV yang bisa Anda temukan di brand Chery adalah Chery E5 dan Chery J6 yang memiliki jarak tempuh sekitar 400-an km dengan baterai 60-an kWh.
Baca juga: Mengapa J6 Jadi Pilihan Tepat untuk Gaya Hidup City-to-Nature
Apa Itu HEV (Hybrid Electric Vehicle)?
HEV atau Hybrid Electric Vehicle menggabungkan mesin bensin dan motor listrik yang bekerja bersama menggerakkan kendaraan.
Baterai HEV tidak perlu diisi dengan charger karena energinya diperoleh dari mesin dan regenerative braking saat kendaraan melambat atau mengerem.
Teknologi ini cocok bagi pengguna yang ingin efisiensi bahan bakar lebih baik tanpa mengubah kebiasaan berkendara.
Contoh mobil listrik yang dilengkapi dengan teknologi HEV pada brand Chery adalah Chery Tiggo Cross CSH.
Apa Itu PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle)?
PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle adalah pengembangan HEV dengan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi dengan charger eksternal.
Kendaraan berjalan dengan tenaga listrik terlebih dahulu, lalu mesin bensin aktif saat daya baterai berkurang.
Teknologi ini cocok bagi pengguna yang ingin sensasi berkendara listrik sekaligus fleksibilitas perjalanan jauh, seperti pada TIGGO 8 CSH dan TIGGO 9 CSH.
Contoh mobil listrik dari brand Chery yang menggunakan teknologi PHEV adalah Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.
Baca juga: 7 Keunggulan Chery Tiggo 8 CSH yang Tidak Dimiliki Mobil Hybrid Lain
Apa Itu REEV (Range-Extended Electric Vehicle)?
REEV atau Range-Extended Electric Vehicle menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama, sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator listrik.
Saat daya baterai menurun, generator menghasilkan energi tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Teknologi ini cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman mobil listrik murni tanpa kekhawatiran jarak tempuh.
Perbedaan EV, HEV, PHEV, dan REEV
Meskipun sama-sama termasuk kendaraan elektrifikasi, setiap teknologi kendaraan elektrifikasi dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda.
Mari kita simak perbandingan singkatnya di bawah ini:
1. Sumber Tenaga
EV hanya menggunakan energi listrik dari baterai. HEV memanfaatkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik untuk menggerakkan kendaraan secara bergantian atau bersamaan.
PHEV dan REEV juga menggunakan listrik dan mesin bensin, namun dengan fungsi berbeda dalam sistem penggeraknya.
2. Cara Pengisian Daya
EV memerlukan charging eksternal untuk mengisi baterai. HEV tidak memerlukan charging karena baterai terisi otomatis melalui regenerative braking dan mesin.
Sementara itu, PHEV dapat diisi melalui charger eksternal, sedangkan REEV memperoleh energi dari charging dan generator saat baterai berkurang.
3. Jarak Tempuh
Jarak tempuh EV bergantung pada kapasitas baterai. HEV umumnya memiliki jarak tempuh panjang karena tetap memanfaatkan bensin. PHEV dan REEV menawarkan fleksibilitas lebih dengan menggabungkan tenaga listrik dan bensin.
4. Konsumsi Bahan Bakar
EV tidak menggunakan bahan bakar selama berkendara. HEV tetap membutuhkan bensin, namun konsumsi bahan bakarnya lebih efisien dibandingkan mobil konvensional.
Pada PHEV dan REEV, penggunaan bahan bakar lebih rendah karena sebagian perjalanan menggunakan tenaga listrik.
5. Pengalaman Berkendara
EV menawarkan pengalaman berkendara paling senyap karena seluruh tenaga berasal dari motor listrik. HEV masih menghadirkan suara mesin bensin saat sistem membutuhkan tenaga tambahan.
PHEV dan REEV memberikan sensasi berkendara yang mirip mobil listrik karena motor listrik lebih dominan.
6. Biaya Operasional
EV umumnya memiliki biaya operasional terendah karena tidak memerlukan bahan bakar dan memiliki lebih sedikit komponen bergerak.
HEV menawarkan penghematan bahan bakar tanpa perlu infrastruktur charging tambahan. PHEV dan REEV berada di tengah karena memanfaatkan listrik dan bahan bakar sekaligus.
7. Kebutuhan Pengguna
EV cocok untuk pengguna dengan akses charging dan mobilitas di area perkotaan. HEV sesuai bagi pengguna yang menginginkan efisiensi tanpa mengubah kebiasaan berkendara.
Sementara itu, PHEV dan REEV cocok untuk pengguna yang membutuhkan fleksibilitas perjalanan jauh dengan dukungan tenaga listrik.
Baca juga: Masih Bingung Bedain EV, Hybrid, dan PHEV? Ini Penjelasan Simpelnya
Mana Teknologi yang Lebih Cocok untuk Anda?
Setiap teknologi kendaraan elektrifikasi memiliki keunggulan tersendiri. Pilihan terbaik bergantung pada kebutuhan mobilitas dan kebiasaan berkendara Anda.
1. Untuk Mobilitas Harian
EV adalah pilihan menarik karena biaya energi rendah dan pengalaman berkendara nyaman. Kendaraan ini cocok untuk penggunaan rutin di perkotaan dengan akses charging memadai.
2. Untuk Perjalanan Jauh
PHEV dan REEV menawarkan fleksibilitas lebih karenadidukungn mesin bensin saat daya baterai berkurang. Teknologi ini mengurangi kekhawatiran jarak tempu.h.
3. Untuk Pengguna Pemula
HEV adalah pilihan mudah karena tidak memerlukan charging eksternal. Pengguna cukup mengisi bahan bakar seperti kendaraan konvensional.
4. Untuk Pengguna yang Ingin Hemat
EV dan HEV sama-sama menawarkan efisiensi. EV unggul dalam biaya energi, sedangkan HEV unggul dalam kemudahan penggunaan tanpa charging.
5. Untuk Keluarga Modern
PHEV adalah pilihan menarik karena menggabungkan efisiensi tenaga listrik dan fleksibilitas perjalanan jauh. Teknologi ini cocok untuk keluarga dengan kebutuhan mobilitas beragam.
Mana yang Lebih Baik, HEV, PHEV, atau EV?
Tidak ada yang paling baik untuk semua orang. EV cocok untuk pengguna yang ingin kendaraan listrik murni, HEV menawarkan efisiensi tanpa perlu charging, sedangkan PHEV menggabungkan tenaga listrik dan bensin untuk fleksibilitas lebih.
Apa yang Terjadi Pada Mobil Listrik Setelah 8 Tahun?
Sebagian besar mobil listrik masih dapat digunakan dengan baik setelah 8 tahun. Banyak baterai kendaraan listrik modern masih mampu mempertahankan sekitar 80–90% kapasitasnya dengan perawatan yang tepat.
Pilih Teknologi yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda
Itulah definisi dan perbedaan V, HEV, PHEV, dan REEV dari beberapa aspek. Penjelasan di atas membantu Anda memilih kendaraan yang sesuai untuk kebutuhan saat ini dan jangka panjang.
Setiap teknologi memiliki karakteristik, keunggulan, dan target pengguna berbeda, sehingga tidak ada satu pilihan yang terbaik untuk semua orang.
Jika Anda menginginkan kendaraan listrik murni, Chery menawarkan Chery E5 dan Chery J6. Sementara itu, untuk kombinasi efisiensi tenaga listrik dan fleksibilitas perjalanan jauh, Anda bisa mempertimbangkan lini Chery Super Hybrid seperti TIGGO 8 CSH dan TIGGO 9 CSH.
Kunjungi dealer Chery terdekat untuk konsultasi dan temukan teknologi kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas Anda!
Produk Populer




Tips & Trik Lainnya


Rekomendasi Mobil Listrik untuk Keluarga Indonesia Terbaik 2026

