

Perbedaan Mesin Mobil SOHC dan DOHC untuk Mobil Modern
Perbedaan utama antara mesin SOHC dan DOHC terletak pada jumlah poros nok (camshaft) yang digunakan untuk menggerakkan katup masuk dan katup buang di kepala silinder. SOHC menggunakan satu poros nok tunggal, sedangkan DOHC menggunakan dua poros nok independen untuk mengoptimalkan siklus pembakaran.
Artikel ini akan menguraikan definisi teknis kedua sistem tersebut, perbandingan performa pada berbagai rentang kecepatan, serta pengaruhnya terhadap efisiensi bahan bakar kendaraan modern.
Memahami Teknologi SOHC (Single Overhead Camshaft)
Mesin SOHC menggunakan satu poros nok di atas silinder untuk mengoperasikan katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust) secara bersamaan melalui bantuan rocker arm. Konstruksi ini dikenal karena kesederhanaannya dan efisiensi ruang di dalam kepala silinder.
Karakteristik utama mesin SOHC:
- Torsi Putaran Bawah: Menghasilkan tenaga yang responsif pada kecepatan rendah hingga menengah.
- Komponen Lebih Sedikit: Memiliki jumlah suku cadang yang lebih minim sehingga bobot mesin lebih ringan.
- Perawatan Ekonomis: Biaya servis cenderung lebih terjangkau karena mekanisme penggerak katup yang tidak kompleks.
Untuk menjaga komponen internal ini tetap awet, pastikan Anda melakukan jenis servis mobil secara berkala guna memastikan pelumasan poros nok tetap optimal.
Memahami Teknologi DOHC (Double Overhead Camshaft)
Mesin DOHC memiliki dua poros nok yang bekerja secara terpisah, di mana satu poros khusus melayani katup masuk dan poros lainnya melayani katup buang. Pemisahan ini memungkinkan penempatan busi tepat di tengah ruang bakar untuk efisiensi termal yang lebih tinggi.
Keunggulan teknis mesin DOHC:
- Performa Putaran Atas: Sangat efisien saat bekerja pada RPM tinggi karena pengaturan waktu katup yang lebih presisi.
- Jumlah Katup Lebih Banyak: Umumnya memiliki 4 katup per silinder, yang memungkinkan aliran udara masuk dan keluar lebih lancar.
- Teknologi Canggih: Mempermudah penerapan sistem katup variabel (seperti VVT atau VVL) untuk meningkatkan tenaga tanpa mengorbankan BBM.
Teknologi ini diaplikasikan pada mesin modern seperti Chery C5 yang mengandalkan presisi pembakaran 1.5 Turbo Engine untuk menghasilkan tenaga 145 HP. Kualitas pembakaran ini sangat bergantung pada pemilihan oktan yang tepat, seperti penggunaan Pertamax untuk mencegah knocking.
Perbandingan Efisiensi dan Performa
Pemilihan antara SOHC dan DOHC pada mobil modern bergantung pada tujuan penggunaan kendaraan tersebut.
Fitur Perbandingan | Mesin SOHC | Mesin DOHC |
Jumlah Poros Nok | 1 (Single) | 2 (Double) |
Respons Tenaga | Unggul di putaran bawah/kota | Unggul di putaran tinggi/jalan tol |
Efisiensi BBM | Stabil untuk beban rendah | Sangat efisien pada kecepatan konstan |
Kompleksitas | Rendah (Mudah dirawat) | Tinggi (Butuh presisi tinggi) |
Bagi kendaraan yang sering menempuh jarak jauh, efisiensi DOHC pada kecepatan tinggi sangat membantu. Namun, pastikan Anda selalu mengecek kondisi sparepart mobil pendukung seperti timing belt atau timing chain yang menggerakkan poros-poros tersebut agar tidak terjadi kerusakan fatal pada katup.
Kesimpulan
SOHC menawarkan kesederhanaan dan torsi bawah yang kuat, menjadikannya ideal untuk kendaraan operasional ringan. Di sisi lain, DOHC adalah standar bagi mobil modern yang mengejar performa tinggi dan efisiensi pembakaran di kecepatan stabil. Memahami karakteristik mesin Anda akan membantu dalam menyesuaikan gaya mengemudi serta ketepatan dalam perawatan komponen mekanis.
Tertarik merasakan performa mesin DOHC Turbocharged dengan teknologi terbaru yang responsif dan efisien?
Jadwalkan Test Drive Sekarang untuk merasakan langsung keunggulan teknologi mesin pada unit unggulan Chery.
Produk Populer




Tips & Trik Lainnya


Gardan Mobil: Fungsi, Cara Kerja dan Tanda Kerusakannya!

