

Perbedaan Tiggo 8 dan Tiggo 8 CSH: Mana yang Sesuai Kebutuhan Anda?
Chery kini memiliki dua opsi SUV 7-seater premium dalam lini Tiggo 8 series: Tiggo 8 mesin bensin dan Tiggo 8 CSH sebagai Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Nampak luar, keduanya terlihat mirip secara desain dan fungsi sebagai SUV keluarga, namun orientasi teknologinya berbeda total.
Perbedaan sumber tenaga menjadi salah satu alasan banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan antara Tiggo 8 vs Tiggo 8 CSH sebelum membeli agar tetap relevan pemakaiannya dari tahun ke tahun.
Untuk memudahkan pembaca dalam membandingkan keduanya, artikel ini akan membahas perbedaan Tiggo 8 dan Tiggo 8 CSH secara detail, mulai dari spesifikasi mesin, teknologi penggerak, fitur interior, ADAS, hingga harga agar Anda dapat menilai value dan menentukan mana yang paling cocok dengan cara berkendara, rute harian, serta prioritas biaya operasional ke depannya.
Perbandingan Spesifikasi Teknis: Mesin, Tenaga, dan Efisiensi
Perbedaan paling fundamental ada pada powertrain atau sistem penggerak. Tiggo 8 mengandalkan mesin bensin 1.6 L Turbo GDI dengan karakter ICE konvensional, responnya linear, tenaga stabil, dan cocok untuk yang menyukai mesin turbo konvensional. Dengan output sekitar 197 hp dan torsi 290 Nm, tenaganya sudah cukup untuk membawa 7 penumpang dengan enteng di perkotaan dan jalan tol.
Sementara, Tiggo 8 CSH berbeda jalur. Sistem PHEV nya menggunakan kombinasi mesin 1.5 T dan dua motor listrik disertai baterai besar. Total gabungan tenaganya bisa melampaui 342 hp dan torsi 525 Nm dengan jarak pemakaian 1300 km. Karakter mobil ini bukan lagi “bensin dibantu motor listrik”, melainkan justru motor listrik yang jadi sumber daya utama di pemakaian harian karena dapat menyentuh 90 km dalam sekali pengisian, itulah kenapa efisiensinya bisa jauh di atas ICE biasa.
Jika bicara efisiensi energi, kontrasnya cukup jelas terlihat. Tiggo 8 dengan mesin bensin turbo berada di kisaran ±12 km/l, angka yang umum untuk SUV 7-seater berbasis ICE modern. Sementara itu, Tiggo 8 CSH menawarkan klaim efisiensi hingga ±76 km/l sebagai gambaran karakter konsumsi PHEV yang jauh lebih hemat dalam pemakaian harian. Maka secara teknis, bila tolok ukur utamanya adalah performa dan efisiensi, Tiggo 8 CSH berdiri di level berbeda dibanding Tiggo 8 bensin.
Perbedaan Teknologi Antara Mesin Turbo vs Super Hybrid
Ditelaah lebih detail, bukan hanya output performanya saja, melainkan teknologi sistemnya pun berbeda. Teknologi Chery Super Hybrid pada Tiggo 8 CSH terdiri dari:
- DHE (Dynamic Hybrid Engine)
- DHT (Dedicated Hybrid Transmission)
- DHB (Dynamic Hybrid Battery)
Trio ini memungkinkan tiga mode operasi: EV murni, hybrid paralel, dan series hybrid yang semuanya dikelola otomatis sesuai kondisi jalan.
Sebaliknya, Tiggo 8 biasa fokus pada teknologi ICE modern dengan turbo dan direct injection yang mana teknologi tersebut sudah optimal untuk performa touring dan daily driving tanpa kompleksitas baterai dan sistem elektrifikasi.
Jadi, keduanya sama-sama bertenaga dan ditenagai mesin terbaik di kelasnya. Tiggo 8 CSH mampu menjadi EV tanpa charging anxiety, sedangkan Tiggo 8 dengan mesin turbo masih menjadi opsi ideal bagi pengguna yang lebih menyukai karakter penggerak bensin tanpa perlu memikirkan proses pengisian daya baterai sama sekali.
Baca Juga: Panduan Mode Berkendara Chery Tiggo 8 CSH: Kapan Gunakan Smart Mode, Initial Mode, dan Force Mode?
Perbandingan Konsumsi BBM Tiggo 8 dan Tiggo 8 CSH
Tiggo 8 bensin rata-rata berada di kisaran ±12 km/l yang secara karakter masih wajar untuk SUV 7-seater turbocharged. Sementara itu, Tiggo 8 CSH mampu mencapai klaim setara ±76 km/l dalam skenario pemanfaatan mode listrik optimal layaknya PHEV modern. Hal tersebut menunjukkan bahwa transisi dari ICE ke sistem Super Hybrid bukan sekadar pergantian teknologi, tetapi juga lonjakan efisiensi yang terasa di penggunaan harian.
Artinya, selisih angka konsumsi tersebut berpotensi membuat biaya operasional bulanan jauh lebih rendah terutama bagi pengguna dengan pola pemakaian jarak dekat–menengah yang sering macet dan stop and go di perkotaan.
Melihat Fitur dan Interior Premium dengan Karakter Berbeda
Kedua Tiggo 8 series sama-sama berada di level premium. Namun CSH digarap lebih “future-forward”, terutama soal digital experience. Tiggo 8 CSH unggul pada:
- Layar infotainment 15,6” 2.5K.
- 12 speaker premium.
- Fitur kekinian V2L yang dapat diandalkan sebagai “powerbank” untuk alat kelistrikan eksternal.
- Mode Nap (fungsi istirahat kabin).
- Panoramic sunroof.
- Velg 19 inci.
- Handle pintu rata dengan bodi saat tertutup.
- Kursi pijat berventilasi dengan foot rest.
Meski begitu, Tiggo 8 bensin sebagai pembuka lini Tiggo 8 sudah menawarkan interior menjanjikan untuk mobil konvensional modern:
- 8 speaker.
- AC dual zone.
- Sunroof standar.
- Velg 18 inci.
- Kursi kulit, layar hiburan untuk kenyamanan penumpang dan pengendara.
Jadi meskipun sama-sama 7-seater, “vibe” kabinnya terasa beda: Tiggo 8 itu mewakili gambaran mobil konvensional premium, sementara Tiggo 8 CSH berada di level future PHEV comfort.
Fitur Keselamatan & ADAS
Untuk fitur keselamatan ADAS, Tiggo 8 CSH lagi-lagi berada setingkat lebih lengkap. Hal tersebut, mengingat, PHEV ini merupakan keluaran terbaru di seri Tiggo 8, sehingga harapannya mempunyai variasi fitur terlengkap daripada varian-varian sebelumnya (Tiggo 8 dan Tiggo 8 Pro Max).
Perbandingannya secara ringkas sebagai berikut:
| Fitur | Tiggo 8 | Tiggo 8 CSH |
| Kamera 360° | Ada | Ada (540° di varian tertinggi) |
| ADAS | 9 fungsi | 14 fungsi |
| Baterai IP68 | - | Ada (Baterai IP68 menandakan perlindungan terhadap air/debu lebih tinggi) |
| Platform Bodi | T1X | T1X |
| Sensor Tambahan | - | Sensor depan ekstra |
Harga dan Nilai Beli
Memasuki tahap yang menjadi faktor penentu keputusan pembelian. Nilai di bawah ini merupakan perkiraan OTR Jakarta:
- Tiggo 8 bensin: ± Rp 356–398 jutaan (kisaran tergantung varian)
- Tiggo 8 CSH: ± Rp 499–519 jutaan
Secara harga, selisih Tiggo 8 CSH dibanding Tiggo 8 bensin saat ini berada di kisaran ±30–40%. Selisih diantaranya sebanding dengan value yang diberikan dimana secara teknologi serta sistem dan sumber tenaga, PHEV jauh lebih kompleks dan unggul secara teknis dibanding varian bensin biasa.
Apakah Tiggo 8 Masih Relevan di Era PHEV?
Ya, tentu Tiggo 8 masih relevan di era PHEV karena segmen SUV 7-seater ICE masih punya demand besar, terutama untuk pengguna yang fokus pada value, ruang luas, dan biaya kepemilikan yang lebih terjangkau. Banyak konsumen keluarga juga belum siap pindah sepenuhnya ke EV khususnya PHEV karena faktor harga dan infrastruktur charging yang belum merata di setiap kota.
Jadi, bagaimana? Sudah lebih kebayang arah pilihanmu berada di sisi yang mana? Pada akhirnya, pilihan kembali ke karakter penggunaan dan preferensi kamu sendiri: apakah ingin tetap bermain aman dengan sistem bensin turbo yang sederhana atau mau mulai “masuk pintu” teknologi hybrid yang lebih efisien untuk jangka panjang.
Kalau masih ragu, cara paling objektif adalah coba langsung keduanya di dealer Chery terdekat. Rasakan respon pedal, kenyamanan suspensi, dan karakter akselerasi masing-masing karena terkadang perbedaan yang paling menentukan justru baru terasa ketika kamu benar-benar memegang setirnya sendiri.
Produk Populer




Tips & Trik Lainnya


Cara Mengurus SIM Hilang Beserta Syarat, Proses dan Biayanya

