Video Placeholder
tips and tricks
17 February 2025

Tutorial Mengganti Bilah Wiper Depan | #CheryKnowledge – Tiggo 8 Edition

Chery Family ingin tahu cara mengoperasikan fitur-fitur canggih di TIGGO 8 dengan mudah? Tenang, kami sudah menyiapkan video tutorial khusus untuk memudahkan pengalaman berkendaramu!

Tutorial:
1. Menurunkan Ban Serep https://youtu.be/_dT_S90QkHU
2. Membuka Power Backdoor dengan Sensor https://youtu.be/m2ImhXN65Wc
3. Mematikan Fitur RCW https://youtu.be/Z7Jzbjmifc0
4. Mengganti Bilah Wiper Depan https://youtu.be/07DzQlEp958
5. Mengatur Ketinggian Headlamp Secara Manual https://youtu.be/LdUtYKoG5b8
6. Mengatur Fitur Autohold https://youtu.be/qjcudVcYiXk
7. Mengatur Fitur Seat Memory https://youtu.be/_d2SAoA8V40
8. Menghidupkan Kendaraan Saat Baterai Smart Key Lemah https://youtu.be/30fc2fcqf8E
9. Menyalakan Fitur Child Lock Mode https://youtu.be/MH9psHKzbpk
10. Menutup Seluruh Kaca Jendela dan Sunroof https://youtu.be/b35BqJBfAC8

Tonton video lengkapnya di atas untuk perjalanan yang lebih nyaman dan percaya diri bersama TIGGO 8!

Informasi lebih lanjut tentang Chery, dapat mengunjungi tautan https://chery.co.id/

#Chery #CheryIndonesia #CheryMotorIndonesia #CheryFamily #TIGGO #TIGGOCross

Produk Populer

Tips & Trik Lainnya

Blind Spot pada Kendaraan yang Sering Tidak Disadari
Tips & Trik
05 January 2026

Blind Spot pada Kendaraan yang Sering Tidak Disadari

Pernahkah Anda mengalami situasi saat hendak berpindah jalur di jalan tol, Anda sudah menengok spion dan merasa aman, namun tiba-tiba terdengar klakson keras dari samping? Ternyata, ada mobil atau motor yang "bersembunyi" tepat di samping belakang Anda.

Itulah yang disebut dengan Blind Spot atau titik buta.

Dalam statistik kecelakaan lalu lintas, blind spot sering menjadi faktor penyebab utama tabrakan samping dan insiden saat berbelok. Hal ini terjadi bukan karena pengemudi tidak hati-hati, melainkan karena keterbatasan fisik desain kendaraan dan jangkauan pandangan mata manusia. Memahami di mana saja letak "zona bahaya" ini adalah langkah pertama menuju gaya berkendara defensif yang aman.

Apa Itu Blind Spot?

Secara sederhana, blind spot adalah area di sekitar kendaraan yang tidak dapat terlihat oleh pengemudi, baik melalui pandangan mata langsung maupun melalui bantuan kaca spion (tengah, kanan, dan kiri).

Setiap jenis kendaraan memiliki area titik buta yang berbeda. Semakin besar dimensi kendaraan (seperti truk atau bus), semakin luas area blind spot-nya. Namun, mobil penumpang seperti MPV dan SUV pun memiliki titik buta yang krusial.

3 Lokasi Blind Spot Paling Umum pada Mobil

Kenali musuh tak terlihat Anda. Berikut adalah tiga area utama yang sering luput dari pantauan:

1. Sisi Samping Belakang (Kanan & Kiri)

Ini adalah area paling klasik. Kaca spion samping memiliki keterbatasan sudut pandang (biasanya hanya mencakup sekitar 15-20 derajat). Ada celah ruang di antara jangkauan spion samping dan pandangan periferal mata Anda. Di celah inilah motor atau mobil yang sedang menyalip seringkali "menghilang" sejenak sebelum muncul di samping jendela depan Anda.

2. Pilar A (Depan Kanan & Kiri)

Pilar A adalah tiang penyangga kaca depan (windshield). Pada mobil modern, pilar A seringkali dibuat tebal untuk faktor keselamatan (menahan atap saat terguling). Namun, ketebalan ini bisa menghalangi pandangan pengemudi terhadap pejalan kaki atau motor yang menyeberang saat mobil sedang berbelok di persimpangan.

3. Bagian Tepat di Belakang Mobil

Saat memundurkan kendaraan, area tepat di bawah kaca belakang adalah titik buta, terutama pada mobil jenis Sedan yang rendah atau SUV yang tinggi. Objek kecil seperti anak-anak, hewan peliharaan, atau tiang pendek sering kali tidak terlihat dari spion tengah.

Strategi Mengurangi Risiko Blind Spot

Meskipun titik buta tidak bisa dihilangkan 100% secara fisik, Anda bisa meminimalisir risikonya dengan teknik berikut:

  • Atur Spion dengan Benar: Buka spion samping Anda selebar mungkin hingga bodi mobil Anda sendiri nyaris tidak terlihat. Ini akan memperluas jangkauan pandangan ke area samping.
  • Lakukan "Shoulder Check": Sebelum berpindah jalur, biasakan untuk menolehkan kepala sejenak (glance) ke arah bahu (kanan/kiri) untuk memastikan area samping benar-benar kosong.
  • Bunyikan Klakson/Lampu: Saat menyalip kendaraan besar, berikan isyarat agar pengemudi lain sadar keberadaan Anda.
  • Jangan Berlama-lama di Blind Spot Orang Lain: Hindari berkendara sejajar tepat di samping belakang mobil lain dalam waktu lama. Segera salip atau jaga jarak di belakang.

Teknologi "Mata Ketiga" di Era Modern

Teknik berkendara yang baik memang krusial, namun kesalahan manusia (human error) tetap bisa terjadi karena kelelahan atau kelalaian sesaat. Di sinilah peran teknologi otomotif modern menjadi sangat vital.

Produsen mobil kini menyematkan fitur keselamatan aktif yang berfungsi sebagai "mata ketiga" pengemudi. Fitur ini dikenal sebagai BSD (Blind Spot Detection) yang merupakan bagian dari sistem ADAS (Advanced Driver Assistance Systems).

Solusi Cerdas dari Chery

Sistem ini bekerja menggunakan sensor radar di bumper belakang yang terus-menerus memindai area samping kendaraan. Jika ada objek (motor/mobil) yang masuk ke zona titik buta saat Anda menyalakan lampu sein atau hendak berbelok, sistem akan memberikan peringatan berupa lampu yang berkedip di kaca spion atau bunyi alarm.

Teknologi perlindungan menyeluruh ini dapat Anda temukan pada lini SUV premium Chery, seperti:

  • Chery Tiggo 8 CSH: Dirancang sebagai SUV keluarga 7-seater, fitur BSD pada Tiggo 8 memberikan ketenangan ekstra saat membawa keluarga melintasi jalan tol yang padat.
  • Chery Omoda C5: Dengan desain futuristik crossover, Omoda C5 melengkapi gaya berkendaranya dengan sistem ADAS lengkap, memastikan setiap manuver perpindahan jalur dilakukan dengan aman dan presisi.

Kesimpulan

Blind spot adalah ancaman nyata di jalan raya yang sering tidak disadari hingga detik-detik terakhir. Kombinasi antara kewaspadaan pengemudi (melalui pengaturan spion dan shoulder check) dengan bantuan teknologi keselamatan canggih adalah kunci utama untuk mencapai zero accident.

Mengemudi bukan hanya soal melihat ke depan, tapi menyadari apa yang terjadi di sekeliling kita. Tetap waspada dan utamakan keselamatan.

Disclaimer: Fitur keselamatan ADAS adalah alat bantu. Pengemudi tetap bertanggung jawab penuh untuk mengontrol kendaraan dan memantau kondisi sekitar.

Baca Selengkapnya
Perbedaan Sistem Penggerak FWD dan RWD pada Mobil
Tips & Trik
05 January 2026

Perbedaan Sistem Penggerak FWD dan RWD pada Mobil

Dalam lembar spesifikasi sebuah kendaraan, seringkali kita menemukan istilah Drivetrain dengan kode FWD (Front Wheel Drive) atau RWD (Rear Wheel Drive). Bagi sebagian orang, ini hanyalah detail teknis. Namun bagi pengemudi yang mengutamakan rasa berkendara, perbedaan letak penggerak roda ini menentukan karakter asli sebuah mobil.

Perbedaan ini bukan sekadar soal roda mana yang berputar, melainkan bagaimana mobil tersebut mentransfer tenaga mesin ke aspal, bagaimana ia bereaksi di tikungan, dan seberapa efisien ia mengolah bahan bakar. Mari kita bedah karakteristik kedua sistem ini secara objektif.

1. Front Wheel Drive (FWD): Sang Penarik Beban

Sistem FWD atau penggerak roda depan adalah konfigurasi yang paling umum ditemukan pada mobil penumpang modern, mulai dari City CarHatchback, hingga Crossover SUV.

Cara Kerja:

Mesin, transmisi, dan as roda penggerak semuanya terletak di bagian depan mobil. Roda depan memiliki tugas ganda: sebagai pengendali arah (setir) sekaligus penyalur tenaga untuk "menarik" mobil.

Kelebihan Utama:

  • Efisiensi Kabin (Spacious): Karena tidak membutuhkan poros gardan (propeller shaft) yang panjang ke roda belakang, lantai kabin menjadi rata. Ini memberikan ruang kaki yang jauh lebih lega bagi penumpang belakang.
  • Efisiensi Bahan Bakar: Komponen lebih sedikit dan bobot lebih ringan membuat power loss (tenaga yang hilang di jalan) sangat minim. Mesin bekerja lebih efisien mentransfer tenaga langsung ke roda di dekatnya.
  • Traksi Saat Hujan: Karena bobot mesin menekan roda depan (yang juga sebagai penggerak), ban memiliki cengkeraman (grip) yang lebih baik saat jalanan licin atau basah.

Karakteristik Berkendara:

Kecenderungan alami FWD saat dipacu ekstrem di tikungan adalah Understeer. Ini adalah kondisi di mana mobil sulit berbelok dan cenderung meluncur lurus meski setir sudah dibelokkan, karena roda depan kehilangan cengkeraman akibat tugas ganda (menyetir dan menarik).

Sistem ini diterapkan pada SUV keluarga seperti Chery Tiggo 8 CSH. Dengan menggunakan konfigurasi FWD, teknisi Chery berhasil menciptakan lantai kabin yang rata di baris kedua, memberikan ruang kaki (legroom) yang superior untuk kenyamanan maksimal penumpang keluarga.

2. Rear Wheel Drive (RWD): Sang Pendorong Tangguh

Sistem RWD atau penggerak roda belakang adalah konfigurasi klasik yang kini lebih banyak diadopsi oleh mobil sport, sedan mewah, atau kendaraan niaga pengangkut beban berat. Namun, di era kendaraan listrik, konfigurasi ini kembali populer.

Cara Kerja:

Tenaga dari mesin atau motor listrik disalurkan ke roda belakang untuk "mendorong" mobil. Sementara itu, roda depan murni bertugas hanya untuk mengarahkan setir tanpa beban penyaluran tenaga.

Kelebihan Utama:

  • Distribusi Bobot Ideal: Karena komponen tersebar, keseimbangan mobil lebih terjaga.
  • Handling Lebih Tajam: Karena tugas menyetir dan menggerakkan dipisah, roda depan lebih responsif menerjemahkan input setir pengemudi.
  • Durabilitas Beban: Saat mobil menanjak, bobot pindah ke belakang. Ini memberi traksi ekstra pada RWD, membuatnya lebih tangguh melahap tanjakan curam.

Karakteristik Berkendara:

Kecenderungan alami RWD saat bermanuver ekstrem adalah Oversteer. Ini kondisi di mana bagian buntut mobil "membuang" atau tergelincir ke luar tikungan karena roda belakang kehilangan traksi sementara roda depan masih mencengkeram.

Karakteristik tangguh ini dapat Anda temukan pada Chery J6 (Varian RWD). Sebagai Off-road Electric SUV, Chery J6 memanfaatkan penggerak roda belakang untuk memberikan sensasi dorongan instan khas mobil listrik. Konfigurasi ini juga membantu J6 mendapatkan traksi optimal saat menanjak di medan semi-offroad, karena beban kendaraan secara alami berpindah ke roda belakang yang menjadi pusat penggerak.

FWD vs RWD: Mana yang Harus Anda Pilih?

Pemilihan sistem penggerak sangat bergantung pada medan yang Anda lalui dan gaya hidup berkendara Anda.

AspekFWD (Front Wheel Drive)RWD (Rear Wheel Drive)
Ruang KabinLebih Luas (Lantai Rata)Terpotong Terowongan Gardan
Konsumsi BBMCenderung Lebih IritSedikit Lebih Boros (Bobot Berat)
Medan LicinTraksi Bagus (Hujan/Aspal Biasa)Rawan Selip jika Kontrol Kurang
Tanjakan EkstremBisa Selip jika Bobot Pindah ke BelakangSangat Tangguh
Biaya PerawatanLebih Ekonomis (Part Sedikit)Lebih Kompleks (Ada Oli Gardan, dll)

Di era modern, perbedaan performa antara FWD dan RWD semakin tipis berkat teknologi kontrol traksi elektronik. Kelemahan understeer pada FWD kini diminimalisir dengan Electronic Stability Program, sementara risiko oversteer pada RWD juga dijinakkan dengan fitur serupa.

Kesimpulan

Pada akhirnya, perdebatan antara FWD dan RWD tidak memiliki pemenang mutlak karena keduanya dirancang untuk tujuan yang berbeda.

Jika prioritas Anda adalah efisiensi ruang kabin, keiritan bahan bakar, dan kenyamanan keluarga di jalanan perkotaan, maka mobil dengan penggerak FWD adalah pilihan yang paling logis dan ekonomis.

Namun, jika Anda mencari sensasi berkendara yang sporty, keseimbangan bobot yang presisi, atau ketangguhan menanjak di medan yang lebih menantang, maka sistem RWD tetap memegang mahkota performa.

Pilihlah kendaraan yang spesifikasinya paling mendukung rutinitas dan medan yang Anda hadapi sehari-hari.

Disclaimer: Karakteristik understeer dan oversteer di atas adalah kondisi ekstrem fisika kendaraan. Mobil modern telah dilengkapi fitur keselamatan aktif untuk mencegah kondisi tersebut dalam pemakaian normal.

Baca Selengkapnya
Cara Kerja Sistem AC Mobil Lengkap dan Mudah Dipahami
Tips & Trik
05 January 2026

Cara Kerja Sistem AC Mobil Lengkap dan Mudah Dipahami

Di negara tropis seperti Indonesia, Air Conditioner (AC) mobil bukanlah fitur mewah, melainkan kebutuhan primer. Terjebak kemacetan di bawah terik matahari tanpa AC yang berfungsi optimal adalah mimpi buruk bagi setiap pengemudi.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa udara panas dari luar diubah menjadi hembusan angin sejuk di dalam kabin hanya dalam hitungan detik? Apakah AC memproduksi "es"? Mari kita bedah "sihir" termodinamika ini secara mendalam. Memahami cara kerjanya tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membantu Anda mendeteksi gejala kerusakan kendaraan lebih dini.

Konsep Dasar: Memindahkan Panas, Bukan Menciptakan Dingin

Satu hal mendasar yang perlu diluruskan: Sistem AC sebenarnya tidak menciptakan udara dingin.

Prinsip kerjanya mirip dengan spons. Sistem AC menyerap energi panas dari udara di dalam kabin, lalu "membuang" panas tersebut ke luar mobil. Ketika panas hilang, suhu udara turun dan yang tersisa adalah udara sejuk. Zat kimia yang bertugas sebagai "kurir" pembawa panas ini disebut Refrigerant (atau umum dikenal sebagai Freon).

5 Komponen Utama (The Big Five)

Sistem AC adalah sebuah sirkuit tertutup (closed loop). Agar berjalan lancar, ada lima komponen utama yang bekerja secara sinergis:

Kompresor (Jantung Pemompa):

Berfungsi memompa dan menekan freon agar bersirkulasi ke seluruh sistem. Kompresor memisahkan sisi tekanan rendah dan tinggi. Komponen ini digerakkan oleh mesin melalui drive belt. Pada mobil modern, kompresor sering dilengkapi magnetic clutch yang memutus koneksi saat suhu kabin sudah tercapai untuk menghemat bahan bakar.

Kondensor (Penukar Panas):

Terletak di bagian paling depan mobil (di depan radiator mesin). Tugasnya mengubah wujud freon dari gas bertekanan tinggi menjadi cair dengan cara melepaskan panas yang dikandungnya ke udara bebas. Proses ini dibantu oleh kipas (extra fan) yang berputar kencang saat mobil berhenti.

Receiver Drier (Filter & Penampung):

Komponen ini bertugas ganda. Pertama, sebagai filter untuk menyaring kotoran gram logam halus. Kedua, menyerap uap air yang mungkin masuk ke sistem (menggunakan desikan/silika gel) karena air dapat membeku dan menyumbat saluran. Ketiga, menampung sementara freon cair sebelum dialirkan.

Katup Ekspansi (Pengabut):

Berfungsi mengubah cairan freon bertekanan tinggi menjadi kabut (uap) bertekanan rendah secara drastis. Penurunan tekanan yang tiba-tiba ini mengakibatkan penurunan suhu yang ekstrem (efek Joule-Thomson), mempersiapkan freon dingin untuk masuk ke evaporator.

Evaporator (Penyerap Panas):

Terletak tersembunyi di balik dashboard. Bentuknya mirip radiator kecil dengan banyak sirip. Freon dingin mengalir di dalamnya menyerap panas dari udara kabin yang ditiupkan oleh Blower. Efek sampingnya, uap air di udara akan mengembun di permukaan evaporator (itulah sebabnya ada tetesan air di kolong mobil saat AC menyala).

Siklus Pendinginan: Langkah demi Langkah

Mari kita telusuri perjalanan sang "kurir" (Freon) dalam satu putaran siklus yang terus berulang:

Langkah 1: Kompresi (Tekanan & Suhu Tinggi)

Saat AC dinyalakan, Kompresor menghisap gas freon dari evaporator (sisi tekanan rendah). Gas ini ditekan kuat-kuat sehingga keluar menuju kondensor dalam bentuk gas bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi (bisa mencapai 80-90°C).

Langkah 2: Kondensasi (Pelepasan Kalor)

Gas panas mengalir ke Kondensor. Udara luar yang dihembuskan kipas mendinginkan pipa-pipa kondensor. Terjadi perubahan wujud (kondensasi) dari gas menjadi cairan bertekanan tinggi yang hangat. Di sini, panas dari dalam kabin sebenarnya "dibuang" ke jalanan.

Langkah 3: Purifikasi

Cairan freon mengalir ke Receiver Drier. Di sini dipastikan hanya freon cair murni (tanpa gelembung gas dan uap air) yang boleh lewat menuju tahap selanjutnya agar proses pendinginan maksimal.

Langkah 4: Ekspansi (Pengabutan Ekstrem)

Cairan freon disemprotkan melewati lubang sangat kecil pada Katup Ekspansi. Akibatnya, tekanan jeblok drastis. Freon berubah wujud menjadi campuran kabut dingin bertekanan rendah (sekitar 0°C - 5°C).

Langkah 5: Evaporasi (Pendinginan Kabin)

Kabut dingin masuk ke EvaporatorBlower meniupkan udara sirkulasi kabin menembus kisi-kisi evaporator. Freon menyerap panas dari udara tersebut dan mendidih kembali menjadi gas. Udara yang kehilangan panasnya kemudian keluar dari ventilasi AC sebagai angin sejuk yang Anda rasakan.

Langkah 6: Resirkulasi

Freon yang kini sudah kembali berwujud gas (karena menyerap panas) kembali dihisap oleh Kompresor untuk ditekan ulang. Siklus ini berputar terus menerus selama AC menyala.

Kenyamanan Kabin di Era Modern

Pemahaman tentang sistem AC ini membawa kita pada apresiasi terhadap teknologi kendaraan masa kini. Tantangan mobil modern bukan hanya soal "asal dingin", tetapi bagaimana mencapai suhu ideal dengan efisiensi energi terbaik, terutama pada kendaraan hybrid.

Salah satu contoh penerapan teknologi ini dapat ditemukan pada Chery Tiggo Cross. Sebagai kendaraan yang mengedepankan kenyamanan urban, sistem tata udara pada Tiggo Cross dirancang untuk bekerja hening namun cepat mencapai suhu yang diinginkan (Fast Cooling).

Dengan manajemen kompresor yang efisien khas kendaraan modern, beban kerja mesin tetap terjaga ringan, mendukung performa irit bahan bakar yang menjadi keunggulan varian hybrid-nya. Kenyamanan ini disempurnakan dengan kabin yang kedap dan filter udara yang menjaga sirkulasi tetap bersih, memastikan perjalanan Anda tidak hanya sejuk, tetapi juga berkualitas.

Kesimpulan

Sistem AC mobil adalah perpaduan fisika dan teknik mesin yang brilian. Merawat kelima komponen utamanya seperti rutin mengganti filter kabin dan membersihkan kondensor adalah kunci agar performa pendinginan tetap prima.

Jangan biarkan perjalanan Anda terganggu oleh panas. Pahami kendaraan Anda, dan nikmati setiap perjalanan dengan kenyamanan maksimal.

Baca Selengkapnya

Pengaturan Preferensi Privasi

Chery Indonesia menggunakan cookie untuk memastikan fungsi situs web kami berfungsi dengan baik dan terus meningkatkan pengalaman Anda. Kami juga mempersonalisasi fungsi-fungsi pemasaran dan iklan berdasarkan preferensi Anda, yang mungkin terhubung denggan pihak ketiga. Bermitra dengan para pelaku industri, kami berbagi data cookie untuk menyempurnakan layanan kami. Selain itu, cookie kami juga menyimpan peferensi pengaturan Anda, menganalisa lalu lintas situs, dan memantau aktivitas penelusuran. Mohon menjau Pemberitahuan Cookie kami yang komprehensif untuk mengetahui lebih dalam tentang penggunaan cookie kami. Anda juga dapat mengatur preferensi Cookie dengan mengeklik tombol Pengaturan Cookie di bawah ini.