

Mengapa Baterai dan Bensin Sama-Sama Penting di Mobil PHEV seperti Chery Tiggo 8 CSH
Di Indonesia, tren mobil hybrid terus berkembang dan Chery Indonesia ikut serta meramaikan pasar otomotif elektrifikasi dengan merilis Chery Tiggo 8 CSH, sebuah SUV PHEV premium yang menggabungkan tenaga baterai dan bensin dalam satu sistem terintegrasi.
Berbeda dari EV murni yang sepenuhnya mengandalkan baterai, PHEV seperti Tiggo 8 CSH menawarkan format yang lebih fleksibel: kamu bisa berkendara dalam mode listrik sepenuhnya, namun tetap memiliki mesin bensin sebagai sumber tenaga cadangan ketika dibutuhkan. Hasilnya adalah efisiensi energi yang lebih tinggi dibanding mobil bensin biasa, tanpa khawatir akan keterbatasan jarak (range anxiety) yang biasanya meliputi mobil EV.
Inilah mengapa baterai dan bensin di PHEV tidak bisa dipandang sebagai “cadangan satu sama lain”. Keduanya merupakan satu ekosistem yang saling menguatkan. Baterai memberikan efisiensi maksimal di kecepatan rendah dan kondisi stop and go urban. Sementara bensin menjaga performa dan jarak tempuh tetap stabil di perjalanan jauh.
Karena keduanya sama penting, kali ini akan dibahas bagaimana kombinasi baterai dan bensin Tiggo 8 CSH bekerja serta alasan mengapa baterai dan bensin merupakan kunci utama value sebuah PHEV modern.
Mengenal Teknologi PHEV, Kolaborasi Baterai dan Bensin
PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) adalah mobil yang menggabungkan motor listrik dan baterai besar dengan mesin bensin dalam satu sistem tenaga. Berbeda dengan hybrid biasa (HEV) yang tidak bisa diisi daya dari luar, PHEV dapat di-charge langsung menggunakan listrik eksternal sehingga pengguna bisa berkendara dalam mode EV murni ketika baterai penuh.
Dalam kasus nyata, sistem akan memilih sumber tenaga paling efisien sesuai situasi. Misalnya, pada kecepatan rendah atau rute perkotaan, motor listrik biasanya bekerja sendiri. Namun, ketika perjalanan jauh dan membutuhkan tenaga lebih besar, mesin bensin ikut aktif untuk menjaga tenaga tetap stabil. Dengan pola kerja seperti ini, PHEV tidak hanya hemat, tetapi juga tetap punya performa layaknya SUV berkapasitas besar.
Jadi, PHEV bekerja bukan dengan “mengganti bensin menjadi baterai” tetapi memadukan keduanya agar saling mendukung, sehingga efisiensi dan performa bisa dicapai secara bersamaan.
Baca Juga: Panduan Lengkap Memilih Mobil Chery: Antara EV, Hybrid, dan Mesin Konvensional
Alasan Baterai dan Bensin Sama Pentingnya di Mobil PHEV Tiggo 8 CSH
Tahun ini, Tiggo 8 CSH mengeluarkan setidaknya 2.500 SPK sebagai PHEV terlaris di Indonesia. Salah satu faktor yang disukai konsumen ialah penawaran motor listrik, baterai, sekaligus mesin bensinnya. Bagaimana sistem tenaga ini membuat Tiggo 8 CSH istimewa? Mari kita bahas valuenya di bawah ini:
1. Baterai sebagai Sumber Energi Utama Harian
Dalam penggunaan harian yang dominan stop and go, baterai justru menjadi “tenaga utama” yang menggerakkan Tiggo 8 CSH seperti EV murni. Inilah yang bikin karakter berkendara sehari-hari terasa lebih halus, lebih ringan, dan lebih hemat energi. Baterai yang digunakan adalah Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 18,3 kWh yang memungkinkan mobil ini berjalan hingga sekitar 90 km mode listrik tanpa bensin sama sekali.
Pada mayoritas pengguna urban, jarak ini sering kali sudah menutup kebutuhan commute kantor–rumah, bahkan ingar-bingar antar aktivitas di dalam kota. Pengisian dayanya juga fleksibel, bisa memakai portable charging colok langsung ke colokan rumah, wall charging yang rata-rata sekitar 3 jam untuk penuh, atau DC fast charging CCS2 yang hanya butuh ±20 menit dari 30–80%.
Intinya, baterai bukan sekadar “pelengkap hybrid”, tapi justru fondasi utama bagaimana Tiggo 8 CSH bisa dipakai seperti EV tanpa rasa terbatas. Dan hal ini menjawab langsung selera konsumen modern yang ingin rendah biaya operasional dan minim jejak emisi, tanpa merubah pola berkendara harian.
2. Bensin sebagai Extended Range dan Power Booster
Namun, baterai saja tidak cukup untuk menjawab semua konteks berkendara di Indonesia. Ketika rute sudah keluar kota, kecepatan mulai stabil, dan jarak semakin panjang, bensin jadi bagian vital untuk menjaga mobil tetap bertenaga tanpa harus menunggu pengisian listrik.
Mesin 1.5T turbo ini bisa menggerakkan roda langsung sekaligus mengisi baterai kembali ketika dibutuhkan. Konsumen juga tidak perlu memiliki kekhawatiran range anxiety seperti EV murni karena tangki 55 liter memberi fleksibilitas penuh untuk perjalanan antar provinsi, mudik, atau road trip tanpa berhenti hanya untuk charging.
Dengan mekanisme ini, bensin bukan pesaing baterai, tapi pasangan yang saling mengisi untuk memastikan performa SUV tetap terasa powerful, terutama saat butuh dorongan tenaga ekstra untuk menyalip, menanjak, atau mempertahankan kecepatan konstan di jalan tol.
3. Sinergi Kedua Sumber Energi Ciptakan Performa yang Lebih Natural
Kekuatan PHEV bukan hanya punya dua sumber tenaga, tetapi sistem cerdas yang menentukan kapan tenaga listrik atau bensin diprioritaskan. Tiggo 8 CSH punya energy management system yang membaca kondisi jalan, beban torsi, dan gaya mengemudi. Ketika kecepatan rendah atau jalanan macet, motor listrik akan mengambil alih karena itu paling efisien. Tapi ketika mobil butuh power burst (misal menyalip), mesin bensin dan listrik digabung untuk memberikan torsi gabungan yang besar. Kombinasi ini terasa natural, bukan seperti lonjakan sistem yang “terpaksa berpindah”, tapi transisi otomatis yang seamless.
Ada juga intelligent drive mode yang bisa otomatis memilihkan mode terbaik: EV murni, HEV kombinasi, hingga mode Smart yang membiarkan sistem mengatur sendiri. Inilah alasan kenapa PHEV bukan sekadar mobil listrik setengah jalan tetapi logika yang memang lebih masuk akal untuk daily use kondisi Indonesia.
4. Efisiensi Energi dan Dampak Lingkungan PHEV Lebih Terkontrol
Kombinasi baterai dengan bensin di PHEV punya nilai ekologis yang signifikan bila dikendarai dengan benar. Dari hasil studi pada Environmental Science & Technology tahun 2020 menyimpulkan bahwa, PHEV bisa menurunkan dampak iklim hingga 43% tergantung kebiasaan charging pemiliknya. Artinya, makin sering kamu mengisi daya dan berkendara dalam mode listrik, makin besar efisiensi dan penurunan emisinya.
Riset lokal pun mendukung itu. Studi “The Effect of Environmental Concerns on Electric Car Market in Indonesia” (BRCS, 2023) menemukan bahwa EV termasuk PHEV dapat menurunkan CO₂ hingga 50,6% dan ini sejalan dengan penurunan produksi minyak yang menekan dampak ekologis. Bahkan riset Souma (JEBeR, 2025) menjelaskan bahwa adopsi EV signifikan memperbaiki kualitas udara kota.
Maka bagi pasar Indonesia yang belum punya infrastruktur charging merata, PHEV seperti Tiggo 8 CSH jadi transisi paling logis untuk menunjang efisiensi tinggi, emisi rendah, tapi tetap punya fleksibilitas jarak jauh saat dibutuhkan.
Cara Kerja Sistem Hybrid di Tiggo 8 CSH, Hadirkan Pengalaman Berkendara Hybrid Super
Sistem PHEV di Tiggo 8 CSH disebut sebagai Chery Super Hybrid atau CSH. Teknologi ini bukan hanya sekadar “hybrid yang ditambah baterai besar”, tetapi merupakan sistem yang dibangun dari tiga komponen utama yang saling terhubung: DHE/Dedicated Hybrid Engine sebagai mesin bensin 1.5T, DHT/Dedicated Hybrid Transmission sebagai transmisi khusus hybrid, dan DHB/Dedicated Hybrid Battery sebagai baterai yang menyimpan energi listrik.
Ketiga komponen ini tidak bekerja sendiri-sendiri, DHE, DHT, dan DHB dirancang untuk saling mendukung sehingga aliran tenaga antara listrik dan bensin terasa lebih natural, bukan dipaksakan. Ilustrasi sederhananya seperti ini: DHB (baterai) memberikan energi ke DHT (transmisi), lalu sistem ini akan membantu DHE (mesin) ketika diperlukan. Hasil akhirnya adalah akselerasi lebih spontan, torsi terasa lebih mudah keluar, dan konsumsi energi yang lebih efisien dibanding mobil bensin konvensional.
Dari seluruh pembahasan di atas, baterai dan bensin di Tiggo 8 CSH bekerja sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Kalau kamu ingin merasakan sendiri karakter dan value dari PHEV Tiggo 8 CSH, kami sarankan untuk jadwalkan test drive di dealer resmi terdekat di kotamu. Cek lokasi dealer selengkapnya di sini.
Produk Populer




Tips & Trik Lainnya


Cara Mengurus SIM Hilang Beserta Syarat, Proses dan Biayanya

