
Perbedaan Sistem Penggerak FWD dan RWD pada Mobil
Dalam lembar spesifikasi sebuah kendaraan, seringkali kita menemukan istilah Drivetrain dengan kode FWD (Front Wheel Drive) atau RWD (Rear Wheel Drive). Bagi sebagian orang, ini hanyalah detail teknis. Namun bagi pengemudi yang mengutamakan rasa berkendara, perbedaan letak penggerak roda ini menentukan karakter asli sebuah mobil.
Perbedaan ini bukan sekadar soal roda mana yang berputar, melainkan bagaimana mobil tersebut mentransfer tenaga mesin ke aspal, bagaimana ia bereaksi di tikungan, dan seberapa efisien ia mengolah bahan bakar. Mari kita bedah karakteristik kedua sistem ini secara objektif.
1. Front Wheel Drive (FWD): Sang Penarik Beban
Sistem FWD atau penggerak roda depan adalah konfigurasi yang paling umum ditemukan pada mobil penumpang modern, mulai dari City Car, Hatchback, hingga Crossover SUV.
Cara Kerja:
Mesin, transmisi, dan as roda penggerak semuanya terletak di bagian depan mobil. Roda depan memiliki tugas ganda: sebagai pengendali arah (setir) sekaligus penyalur tenaga untuk "menarik" mobil.
Kelebihan Utama:
- Efisiensi Kabin (Spacious): Karena tidak membutuhkan poros gardan (propeller shaft) yang panjang ke roda belakang, lantai kabin menjadi rata. Ini memberikan ruang kaki yang jauh lebih lega bagi penumpang belakang.
- Efisiensi Bahan Bakar: Komponen lebih sedikit dan bobot lebih ringan membuat power loss (tenaga yang hilang di jalan) sangat minim. Mesin bekerja lebih efisien mentransfer tenaga langsung ke roda di dekatnya.
- Traksi Saat Hujan: Karena bobot mesin menekan roda depan (yang juga sebagai penggerak), ban memiliki cengkeraman (grip) yang lebih baik saat jalanan licin atau basah.
Karakteristik Berkendara:
Kecenderungan alami FWD saat dipacu ekstrem di tikungan adalah Understeer. Ini adalah kondisi di mana mobil sulit berbelok dan cenderung meluncur lurus meski setir sudah dibelokkan, karena roda depan kehilangan cengkeraman akibat tugas ganda (menyetir dan menarik).
Sistem ini diterapkan pada SUV keluarga seperti Chery Tiggo 8 CSH. Dengan menggunakan konfigurasi FWD, teknisi Chery berhasil menciptakan lantai kabin yang rata di baris kedua, memberikan ruang kaki (legroom) yang superior untuk kenyamanan maksimal penumpang keluarga.
2. Rear Wheel Drive (RWD): Sang Pendorong Tangguh
Sistem RWD atau penggerak roda belakang adalah konfigurasi klasik yang kini lebih banyak diadopsi oleh mobil sport, sedan mewah, atau kendaraan niaga pengangkut beban berat. Namun, di era kendaraan listrik, konfigurasi ini kembali populer.
Cara Kerja:
Tenaga dari mesin atau motor listrik disalurkan ke roda belakang untuk "mendorong" mobil. Sementara itu, roda depan murni bertugas hanya untuk mengarahkan setir tanpa beban penyaluran tenaga.
Kelebihan Utama:
- Distribusi Bobot Ideal: Karena komponen tersebar, keseimbangan mobil lebih terjaga.
- Handling Lebih Tajam: Karena tugas menyetir dan menggerakkan dipisah, roda depan lebih responsif menerjemahkan input setir pengemudi.
- Durabilitas Beban: Saat mobil menanjak, bobot pindah ke belakang. Ini memberi traksi ekstra pada RWD, membuatnya lebih tangguh melahap tanjakan curam.
Karakteristik Berkendara:
Kecenderungan alami RWD saat bermanuver ekstrem adalah Oversteer. Ini kondisi di mana bagian buntut mobil "membuang" atau tergelincir ke luar tikungan karena roda belakang kehilangan traksi sementara roda depan masih mencengkeram.
Karakteristik tangguh ini dapat Anda temukan pada Chery J6 (Varian RWD). Sebagai Off-road Electric SUV, Chery J6 memanfaatkan penggerak roda belakang untuk memberikan sensasi dorongan instan khas mobil listrik. Konfigurasi ini juga membantu J6 mendapatkan traksi optimal saat menanjak di medan semi-offroad, karena beban kendaraan secara alami berpindah ke roda belakang yang menjadi pusat penggerak.
FWD vs RWD: Mana yang Harus Anda Pilih?
Pemilihan sistem penggerak sangat bergantung pada medan yang Anda lalui dan gaya hidup berkendara Anda.
| Aspek | FWD (Front Wheel Drive) | RWD (Rear Wheel Drive) |
| Ruang Kabin | Lebih Luas (Lantai Rata) | Terpotong Terowongan Gardan |
| Konsumsi BBM | Cenderung Lebih Irit | Sedikit Lebih Boros (Bobot Berat) |
| Medan Licin | Traksi Bagus (Hujan/Aspal Biasa) | Rawan Selip jika Kontrol Kurang |
| Tanjakan Ekstrem | Bisa Selip jika Bobot Pindah ke Belakang | Sangat Tangguh |
| Biaya Perawatan | Lebih Ekonomis (Part Sedikit) | Lebih Kompleks (Ada Oli Gardan, dll) |
Di era modern, perbedaan performa antara FWD dan RWD semakin tipis berkat teknologi kontrol traksi elektronik. Kelemahan understeer pada FWD kini diminimalisir dengan Electronic Stability Program, sementara risiko oversteer pada RWD juga dijinakkan dengan fitur serupa.
Kesimpulan
Pada akhirnya, perdebatan antara FWD dan RWD tidak memiliki pemenang mutlak karena keduanya dirancang untuk tujuan yang berbeda.
Jika prioritas Anda adalah efisiensi ruang kabin, keiritan bahan bakar, dan kenyamanan keluarga di jalanan perkotaan, maka mobil dengan penggerak FWD adalah pilihan yang paling logis dan ekonomis.
Namun, jika Anda mencari sensasi berkendara yang sporty, keseimbangan bobot yang presisi, atau ketangguhan menanjak di medan yang lebih menantang, maka sistem RWD tetap memegang mahkota performa.
Pilihlah kendaraan yang spesifikasinya paling mendukung rutinitas dan medan yang Anda hadapi sehari-hari.
Disclaimer: Karakteristik understeer dan oversteer di atas adalah kondisi ekstrem fisika kendaraan. Mobil modern telah dilengkapi fitur keselamatan aktif untuk mencegah kondisi tersebut dalam pemakaian normal.







